Kisah Klasik Kehidupan
Saat kita masih kecil, seberapa sering kita terjatuh dan seberapa sering kita mencoba untuk kembali bangkit, hingga akhirnya kita dapat berlari. Hidup adalah sebuah perjuangan yang harus dihadapi, bukan sebuah masalah yang harus ditakuti. Nama saya Tri Febriyanti Putri, saya biasa dipanggil Putri. Terlahir di Pontianak pada tanggal 17 Februari 1998. Putri bungsu dari dua bersaudara.
Tahun 2015, pendidikan merupakan pencapaian tertinggi saya pada tahun itu. Ya, saya baru saja masuk ke Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas yang saya inginkan. Waktu yang dapat saya tempuh untuk menuju ke sana sekitar 30 menit. Saya memilih untuk menjadi guru saat itu. Bagi saya, setiap wanita ditakdirkan untuk menjadi guru, madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak. Sehingga saya memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk menjadi fakultas pilihan saya yang insyaallah akan membawa saya pada kesuksesan, aamiin. Saya juga memilih program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, karen bagi saya bahasa dan sastra itu kesenangan saya, bagian penting dalam hidup saya. Dengan bahasa dan sastra saya dapat mengugkapkan semua yang saya ingin ungkapkan dengan bahasa dan tutur kata yang lembut dan indah. Kampus saya ini sangat asri, masih terdapat banyak pepohonan di sana, sehingga menimbulkan aroma embun yang khas saat pagi hari dan dapat meneduhkan saat siang hari. Universitas Tanjungpura ini adalah satu di antara kampus ternama di kota saya.
Mengingat saat itu, saat pertama kali masuk kuliah. Masa yang indah dan tak akan pernah saya lupakan. Terlukis semua kenangan saat detik demi detik saya lalui hingga saat ini, saat dimana saya memiliki banyak saudara di kampus, saudara ungu ku. Saya mengikuti pengkaderan himpunan mahasiswa di kampus, himpunan itu bernama Himbasi. Himpunan yang menghimpun mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia reguler A.
Masa dalam himpunan inilah yang sangat berkesan, himpunan yang dapat mengubah pemikiran saya mengenai dunia perkuliahan. Dunia perkuliahan memang tidak seindah yang ada di sinetron, tapi lebih dari itu. Dunia perkuliahan lebih indah dari yang kita bayangkan, jika kita benar-benar mengikuti alur dan menikmatinya. Dari himpunan ini saya diajarkan banyak hal, mengetahui hal yang belum saya ketahui untuk memperbaiki kualitas saya kedepannya, karena dalam hal mutu di dunia pendidikan tidak hanya mengenai kuantitas melainkan juga kualitas.
Dengan bantuan dari himpunan ini saya mendapatkan kemudahan dalam mengerjakan tugas kuliah, di himpunan ini pula saya mendapatkan ribuan pengalaman yang mengesankan dan yang terpenting, di himpunan ini pula saya mendapatkan banyak saudara baru yang kami sebut sebagai saudara ungu. Himbasi “Satu untuk Semua, Semua untuk Satu”.
Perkuliahan yang saya jalani saat ini sangat menyenangkan, karena saya memang menyukai program studi yang saya pilih. Setiap hari saya selalu bertemu dengan bahasa-bahasa sastra, tidak hanya sastra Indonesia melaikan juga sastra daerah. Sehingga saya setiap hari mendengan bahasa-bahasa daerah yang diucapkan oleh saudara-saudara ungu saya di kelas. Hal ini tentunya membuat saya tertarik untuk mempelajari bahasa-bahasa daerah tersebut. Lestarikanlah bahasa ibu dari semua daerah di Indonesia. Saya mencintai hidup saya dan saya menyayangi semua orang yang ada di hidup saya.
Hidup adalah serangkaian peristiwa alami dan spontan. Jangan melawan kehidupan yang hanya akan menciptakan kesedihan. Biarkan realitas menjadi kenyataan. Biarkan semuanya mengalir secara alami. Karena jika manusia berusaha melawan hukum alam, maka ia akan menghancurkan dirinya sendiri. Ingatlah hidup itu sederhana, namun seringkali kita lah yang membuatnya menjadi sulit. Hidup bukanlah tentang bagaimana menemukan diri kita tetapi bagaimana menciptakan diri kita yang sebenarnya.